Mengenal Inazuman, Tokusatsu Klasik Karya Shotaro Ishinomori

Daftar Isi

Inazuman
Inazuman (Amazon.co.jp)

TEGAROOM - Di era keemasan tokusatsu tahun 1970-an, ketika Kamen Rider mulai merajai layar kaca Jepang, seorang pahlawan super dengan kekuatan listrik dan kemampuan bermetamorfosa yang unik turut memeriahkan suasana. Ia adalah Inazuman, serial klasik karya legenda manga Shotaro Ishinomori yang hingga kini masih dikenang sebagai salah satu ikon penting dalam genre pahlawan bertopeng. Meski usianya sudah lebih dari setengah abad, warisan Inazuman tetap hidup melalui berbagai media, mulai dari manga, penampilan spesial dalam film crossover, hingga produk-produk kolektor terbaru yang dirilis pada tahun 2026.

Sejarah dan Latar Belakang Serial Inazuman

Inazuman (イナズマン) adalah serial tokusatsu yang diproduksi oleh Toei Company dan diciptakan oleh Shotaro Ishinomori, maestro di balik kesuksesan Kamen Rider dan Kikaider. Serial ini ditayangkan di stasiun NET (yang kini dikenal sebagai TV Asahi) mulai tanggal 2 Oktober 1973 hingga 26 Maret 1974, dengan total 25 episode . Kesuksesan musim pertama kemudian dilanjutkan dengan musim kedua berjudul Inazuman Flash yang tayang dari 9 April hingga 24 September 1974 sebanyak 23 episode .

Pada masa itu, industri tokusatsu tengah berada dalam puncak popularitas yang dikenal sebagai Henshin Boom—demam pahlawan bertransformasi—yang dipicu oleh kesuksesan Kamen Rider pada tahun 1971. Inazuman hadir sebagai salah satu seri yang turut mewarnai fenomena tersebut, menawarkan konsep pahlawan super yang unik dengan tema serangga dan kemampuan listrik yang spektakuler .

Pemeran utama Daisuke Ban—yang saat itu menggunakan nama panggung Naoya Ban—memerankan karakter Goro Watari, seorang pemuda dengan kemampuan psikis yang harus melawan Kekaisaran Manusia Baru (Neo-Human Empire) yang dipimpin oleh Kaisar Banba . Menariknya, Daisuke Ban sendiri bukanlah wajah baru di dunia tokusatsu; sebelumnya ia juga dikenal melalui perannya dalam serial Kikaider, yang juga merupakan karya Ishinomori.

Karakter dan Kemampuan Unik Inazuman

Salah satu aspek paling menarik dari serial Inazuman terletak pada proses transformasi karakternya yang tidak biasa. Berbeda dengan pahlawan tokusatsu pada umumnya yang langsung berubah menjadi bentuk utama, Goro Watari harus melalui dua tahap metamorfosa untuk menjadi Inazuman.

Pertama, dengan menyilangkan tangan di depan dada dan meneriakkan “Gōriki Shōrai” (剛力招来—artinya “Panggil Kekuatan Perkasa”), tubuh Goro terbungkus kepompong biru yang kemudian pecah, memunculkan wujud Sanagiman. Dalam bentuk ini, ia tampak seperti makhluk kepompong berwarna cokelat dengan baju zirah dan sabuk putih yang dilengkapi pengukur daya biomekanik . Sanagiman memiliki kemampuan luar biasa untuk menyerap energi kinetik dari setiap serangan yang ditujukan kepadanya .

Setelah energi yang terkumpul cukup, Goro kembali menyilangkan tangannya dan berteriak “Chōriki Shōrai” (超力招来—“Panggil Kekuatan Super”). Gelombang energi berwarna-warni meletup dari dadanya, cangkang Sanagiman pun hancur berkeping-keping, dan muncullah wujud sejati: Inazuman . Dalam bentuk finalnya ini, Inazuman tampak seperti makhluk ngengat berwarna biru dengan mata oval besar yang mencolok, antena berbentuk petir, syal kuning yang bisa berubah menjadi senjata seperti cambuk rantai, serta pola-pola petir kuning yang menghiasi tubuhnya .

Ciri khas lain dari serial ini adalah seruan pertarungan khas yang diucapkan Inazuman: “Chest!” (チェスト!). Seruan ini berasal dari dialek daerah Kyushu di Jepang, tempat karakter Goro Watari berasal . Kemampuan Inazuman sangat beragam, meliputi elektrokinesis untuk menghasilkan serangan petir, telekinesis, teleportasi, serta kemampuan terbang berkat sayap kupu-kupu yang dimilikinya .

Perbedaan Antara Versi Manga dan Serial Live-Action

Sebagaimana banyak karya Shotaro Ishinomori lainnya, Inazuman juga memiliki versi manga yang dimuat berseri di majalah Weekly Shōnen Sunday terbitan Shogakukan pada periode 1973 hingga 1974 . Menariknya, terdapat perbedaan signifikan antara versi manga dan adaptasi live-action.

Dalam versi manga, karakter utama bernama Saburo Kazeda (bukan Goro Watari), seorang siswa sekolah menengah pertama yang dijuluki “Sabu”. Tokoh ini pertama kali muncul dalam manga Ishinomori berjudul “Mutant Sabu” sebelum dikembangkan menjadi Inazuman . Desain Inazuman dalam manga juga terlihat berbeda, dengan penampilan yang lebih telanjang dan belalai melengkung di dahinya—merefleksikan bahwa proyek ini awalnya direncanakan sebagai serial anime dengan judul sementara “Mutant Z” .

Meski demikian, inti cerita tetap dipertahankan: perjuangan seorang mutant muda melawan kekuatan jahat yang mengancam umat manusia, lengkap dengan proses transformasi dua tahap dan seruan khas “Chest!” yang ikonis.

Inazuman Flash dan Kelanjutan Cerita

Musim kedua serial ini, Inazuman Flash (イナズマンF), menghadirkan nada yang lebih gelap dibandingkan pendahulunya. Setelah kekalahan Kaisar Banba dan pasukan mutant-nya, Inazuman kini berhadapan dengan musuh baru: Tentara Despar (Despar Army), pasukan robot jahat yang dipimpin oleh Führer Geisel .

Nama Geisel sendiri menarik perhatian karena diambil dari nama diktator Brasil pada masa itu, Ernesto Geisel, yang menjabat sebagai presiden Brasil dari tahun 1974 hingga 1979—periode yang bersamaan dengan penayangan musim kedua ini . Dalam Inazuman Flash, pahlawan kita mendapatkan kemampuan baru berupa pelepasan petir dan didukung oleh karakter baru, agen Interpol sinis bernama Arai Makoto.

Serial ini juga memperkenalkan kendaraan tempur ikonis bernama Raijingo, mobil terbang yang memiliki kecerdasan buatan dan terhubung secara telepati dengan Goro. Raijingo mampu menembakkan rudal dan bahkan “menggigit” musuh dengan gigi-gigi yang terdapat pada gril depannya—nama Raijingo sendiri berasal dari Raijin, dewa petir dalam mitologi Jepang .

Penampilan dalam Film Crossover dan Anime

Warisan Inazuman tidak berhenti pada dua musim serial televisinya. Karakter ini terus muncul dalam berbagai proyek crossover yang mempertemukan pahlawan-pahlawan ciptaan Ishinomori.

Dalam film Movie War Ultimatum, Saburo (versi lain dari Goro) digambarkan sebagai antagonis yang memimpin Monster League di Amanogawa High. Ia diculik bersama anak-anak lain karena status mereka sebagai “Gates”, yang kemudian menumbuhkan kebencian terhadap umat manusia. Setelah menyadari bahwa mentornya, Kageto Banba, telah memanipulasinya untuk eksploitasi, Saburo mengalami kebangkitan moral dan berevolusi menjadi Inazuman, bersekutu dengan para pahlawan untuk mengalahkan Kageto .

Penampilan lain terjadi dalam Super Hero Taisen Z, di mana Saburo muncul menggunakan perjalanan waktu untuk membantu Kamen Rider Fourze melawan musuh seperti Space Man Spider . Yang tak kalah menarik adalah kemunculan Inazuman dalam bentuk anime di OVA spesial tahun 2002 berjudul The Boy Who Carried a Guitar: Kikaider vs. Inazuman, yang mempertemukan pahlawan mutant ini dengan android Kikaider dalam petualangan berdasarkan edisi khusus manga Inazuman .

Kebangkitan Inazuman di Era Modern 2026

Menariknya, tahun 2026 menjadi momen kebangkitan bagi warisan Inazuman. Berdasarkan informasi terkini, dua produk kolektor resmi akan dirilis yang membuktikan bahwa pahlawan klasik ini masih memiliki tempat di hati para penggemar tokusatsu.

Pertama, S.H.Figuarts Kamen Rider ZEZTZ Inazuma Plasma Form yang dijadwalkan rilis pada Juni 2026. Meskipun ini merupakan karakter dari serial Kamen Rider terbaru, nama “Inazuma” yang berarti “petir” menunjukkan bagaimana pengaruh estetika dan tema kelistrikan Inazuman terus menginspirasi generasi baru tokusatsu . Produk ini dilengkapi dengan berbagai aksesori termasuk senjata eksklusif Inazuma Blaster Bow dan kemampuan untuk menata ulang Dream Capsule dari dada ke busur—detail yang pasti memanjakan kolektor.

Kedua, dari Ken Elephant Co. Ltd. akan merilis lini Toei Tokusatsu Ball Chain Mascot: Ishinomori Heroes pada Mei 2026. Koleksi gashapon (kapsul mainan) ini menampilkan enam karakter klasik tokusatsu dari era 1970-an, termasuk Inazuman bersama Kikaider dan Robot Keiji . Setiap miniaturnya memiliki tinggi sekitar 62 mm dan akan tersedia dalam dua varian warna: versi biasa dan versi translusen. Dengan harga 3.300 yen untuk set lengkap enam karakter, produk ini menyasar kolektor dewasa yang merindukan masa keemasan tokusatsu .

Pengaruh dan Warisan Budaya

Inazuman meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam budaya populer, tidak hanya di Jepang tetapi juga secara internasional. Seluruh 48 episode serial ini pernah ditayangkan dengan subtitle bahasa Inggris di KIKU-TV, Honolulu, Hawaii pada pertengahan 1970-an, pada puncak popularitas tokusatsu yang dipicu oleh kesuksesan Kikaider tahun 1974 . Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik Inazuman telah melampaui batas geografis sejak era sebelum globalisasi digital.

Pengaruh desain Inazuman bahkan dapat dilihat dalam karya-karya luar negeri. Dalam serial animasi Teen Titans, karakter superhero bernama Killowat memiliki kemiripan dangkal dengan Inazuman . Ini menjadi bukti bahwa estetika unik pahlawan bertema petir dan serangga ini telah menginspirasi kreator di berbagai belahan dunia.

Kesimpulan

Inazuman adalah lebih dari sekadar serial tokusatsu klasik dari tahun 1973. Karya Shotaro Ishinomori ini mewakili era keemasan Henshin Boom dengan konsep transformasi dua tahap yang unik, desain karakter yang khas, dan seruan pertarungan “Chest!” yang ikonis. Meski telah berusia lebih dari lima dekade, semangat Inazuman tetap hidup melalui berbagai media—dari film crossover, anime OVA, hingga produk kolektor modern yang dirilis pada tahun 2026.

Bagi para penggemar tokusatsu generasi baru, mengenal Inazuman berarti memahami salah satu fondasi penting dari genre pahlawan super Jepang. Dan bagi mereka yang tumbuh di era 1970-an, nama Inazuman tentu membawa nostalgia akan masa-masa ketika setiap minggu adalah petualangan baru bersama pahlawan-pahlawan berkostum yang mengajarkan nilai-nilai keberanian, pengorbanan, dan keadilan. Dengan dirilisnya produk-produk kolektor terbaru pada tahun 2026, warisan Inazuman dipastikan akan terus dikenang dan diwariskan kepada generasi berikutnya.